Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) memiliki koleksi yang beraneka ragam, di antaranya adalah koleksi peta, atlas, lukisan dan foto. Koleksi tersebut saat ini disimpan di layanan peta, lukisan dan foto yang merupakan koleksi yang sangat berharga dan memiliki nilai sejarah.

Koleksi foto di Perpusnas pada awalnya adalah hasil reprografi dari koleksi buku langka, majalah langka dan terus berkembang sampai mendapat tambahan koleksi foto hibah dari Yayasan Idayu dan dari koleksi foto IPPHOS. Koleksi foto Idayu dan IPPHOS sangat unik, menarik dan tidak ada di tempat lain, di antaranya adalah foto-foto antara tahun 1945 – 1980 an. Banyak terdapat foto-foto perjuangan para tokoh bangsa semasa perang kemerdekaan, (suasana perang & perundingan), antara lain foto-foto Presiden Soekarno dalam berbagai kegiatan yang belum pernah dipublikasikan dan juga kegiatan masyarakat pada masa itu sampai masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Koleksi peta yang dimiliki Perpusnas sampai tahun 2017 berjumlah kurang lebih 36.418 judul atau 36.459 eksemplar dan atlas 205 eksemplar. Perpusnas memiliki koleksi peta-peta kuno dan langka serta unik sampai peta masa sekarang. Peta Batavia merupakan peta tertua terbit tahun 1669 dan terdapat peta pulau Sumatera terbalik yang sangat unik dan menarik untuk dilihat dan dipelajari. Jenis koleksi peta yang tersedia meliputi peta topografi, geologi, kemampuan tanah,pertambangan, pertanian, dan sejarah serta peta tiga dimensi. Koleksi peta Perpusnas antara lain terbitan Italia, Spanyol, Portugal, Belanda dan Amerika Serikat serta terbitan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk peta baru. Media yang digunakan pada koleksi peta antara lain berupa kain, kertas, dan plastik.

Koleksi lukisan Perpustakaan Nasional RI sampai dengan akhir 2017 berjumlah kurang lebih 523 buah. Koleksi lukisan sebagian besar merupakan reproduksi lukisan arkeologi Indonesia, seperti candi, patung,keris, dan sebagainya. Reproduksi lukisan tersebut merupakan hadiah dari Perpustakaan Nasional Inggris (The British Library) yang diberikan kepada Perpustakaan Nasional RI tahun 1995 yang aslinya masih disimpan di Inggris. Koleksi lukisan unggulan lainnya adalah sketsa lukisan oleh Johannes Rach (1720-1783) yang merupakan pelukis berkebangsaan Belanda di masa kolonial dan yang dimiliki oleh Perpusnas.

Layanan koleksi peta, atlas dan lukisan serta foto menggunakan sistem tertutup, yaitu untuk mendapatkan koleksi yang diinginkan, pemustaka tidak dapat langsung mengambil dari rak penyimpanan tetapi harus melalui bantuan pustakawan berdasarkan hasil penelusuran pemustaka. Koleksi ini dan hanya dapat baca di tempat. Pemustaka dan seluruh masyarakat Indonesia dapat datang langsung ke lantai 16 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta Pusat serta memanfaatkan OPAC di ruang baca untuk menelusur koleksi peta, atlas, lukisan, dan foto dengan terlebih dahulu menjadi anggota Perpustakaan Nasional RI.

Fasilitas

  1. Opac (Online Public Access Catalog);
  2. Ruang baca yang nyaman;
  3. Ruang diskusi;
  4. Ruang pameran lukisan dan foto;
  5. Koneksi Internet via WIFI;