FGD Penelitian Sejarah #3 “Diskusi Kiprah Perempuan Indonesia dari Masa ke Masa”

Blog Single

Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia selalu merayakan hari penting bagi perempuan Indonesia, yaitu Hari Kartini. Peringatan Hari Kartini merupakan perayaan atas kelahiran salah satu penggerak emansipasi perempuan di Indonesia yang bernama R. A. Kartini. Kartini yang lahir pada 21 April 1879 merupakan tokoh penting dalam gerakan perempuan Indonesia. Dia terkenal karena usahanya dalam melawan diskriminasi terhadap perempuan yang terjadi di Indonesia pada masa kolonialisme Belanda.

Melalui berbagai tulisannya, Kartini menuangkan pemikirannya untuk memajukan perempuan Indonesia. Berkat jasanya, hari kelahirannya – 21 April – dijadikan sebagai hari besar nasional. Semarak Hari Kartini dapat kita saksikan di berbagai daerah di Indonesia. Dari anak-anak hingga orang dewasa, Hari Kartini selalu dirayakan dengan gegap gempita di berbagai tempat, tak terkecuali di Perpustakaan Nasional RI.

Perayaan Hari Kartini di Perpustakaan Nasional dilakukan melalui berbagai webinar bertemakan Kartini. Salah satu webinar dilaksanakan oleh Kelompok Koleksi dan Monograf Berkala Langka (Klasika), Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Perpustakaan Nasional RI. Kelompok Klasika menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) berjudul “Perempuan Indonesia Berkiprah di Berbagai Bidang dari Masa ke Masa”. Diskusi ini dilaksanakan secara dalam jaringan (online) melalui aplikasi zoom meeting pada hari Kamis, 22 April 2021 pukul 09.00 – 12.00 wib.  

Diskusi kelompok terpumpun ini menghadirkan dua narasumber sejarawan dan pustakawan yang kompeten di bidangnya. Pembicara pertama adalah Miftakhus Salami, S.Hum, seorang pustakawan perempuan yang bekerja di Perpustakaan Nasional RI sebagai pustakawan ahli pertama. Pembicara kedua adalah sejarawan dan peneliti utama dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yaitu Profesor Dr. Erwiza Erman, M.A.. Diskusi ini juga dimoderatori oleh Mita Hestirani, S.H., M.Hum., seorang sejarawan dan penulis. 

Diskusi ini diawali sambutan dari Koordinator Kelompok Layanan Koleksi Monograf dan Berkala Langka, Luthfiati Makarim, S.S., M.M.. Dalam sambutannya, Ibu Luthfiati Makarim berharap melalui pelaksanaan kegiatan FGD ini, Perpustakaan Nasional RI dapat membangun semangat positif untuk masyarakat Indonesia, khususnya perempuan Indonesia untuk terus belajar dan memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat informasi, pengetahuan, dan berkegiatan. Sambutan dilanjutkan oleh Dr. Ir. Giwo Rubianto Prayogo, M.Pd., sebagai Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI). Ibu Giwo Rubiantio menyampaikan sejarah dan kiprah KOWANI dan perempuan Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang. Di akhir sambutan, tak lupa Ibu Giwo Rubianto berkenan membuka secara resmi diskusi kelompok terpumpun ini.

Diskusi dimulai dengan paparan dari Miftakhus Salami yang membahas sumber-sumber sejarah mengenai perempuan dalam koleksi Perpustakaan Nasional RI. Miftakhus Salami membahas kurangnya narasi mengenai perempuan dalam historiografi Indonesia. Menurutnya, hingga saat ini historiografi Indonesia masih belum banyak yang memberikan perhatian terhadap kaum perempuan. Miftakhus juga kemudian memaparkan bagaimana pengalamannya sebagai pustakawan yang banyak berhubungan dengan para peneliti sejarah. Miftakhus menjabarkan tokoh-tokoh perempuan Indonesia yang memiliki jasa besar dalam berbagai bidang dari masa ke masa, seperti Raden Ayu Lasminingrat yang mendirikan Sekolah Keutamaan Istri untuk mendidik perempuan di wilayahnya menjadi istri yang baik. Kemudian ada  Siti Mangopoh yang berperan dalam Perang Belasting di Sumatera Barat pada 1908. Selain itu, Miftakhus juga menyebutkan beberapa tokoh perempuan lain, seperti A. Sabanong, Teungku Fakinah, Emma Poeradiredja, RA. Maria Ulfah Santoso, Djarisah, Ida Loemongga Haroen, Dr. Tudjimah, Laili Roesad, Marie Thomas, Asri Soebaryati, Hermuntarsih, Entin Kartini, Njaju Hasanah, Djamirah, dan Sri Darningsih.

Diskusi sesi kedua menampilkan narasumber seorang sejarawan dan peneliti utama LIPI, Prof. Dr. Erwiza Erman, M.A.. Erwiza memaparkan peran perempuan sebelum masa kolonialisme Belanda hingga sharing pengalaman melakukan penelitian di bidang sejarah pertambangan sebagai peneliti perempuan. Paparan dimulai dengan penjelasan tentang posisi perempuan di berbagai kesultanan di Nusantara, seperti Kesultanan Aceh, dilanjutkan dengan peran perempuan pada masa kolonialisme dan pasca kolonialisme di Indonesia. 

Tidak kalah menarik adalah ketika Erwiza berbagi pengalamannya sebagai seorang sejarawan dan peneliti perempuan yang telah banyak berkiprah dalam penelitian sejarah pertambangan di Indonesia dan dunia. Prof. Erwiza Erman merupakan sejarawan ahli Indonesia bidang pertambangan. Spesialisasinya adalah sejarah produk tambang, seperti batubara, timah, emas, dan intan. Tak terhitung sudah banyak buku, jurnal ilmiah dan artikel mengenai sejarah pertambangan yang ditulis oleh Erwiza Erman. Salah satu karyanya adalah buku yang berjudul Membaranya Batu Bara: Konflik Kelas dan Etnik Ombilin-Sawahlunto-Sumatera Barat (1892-1996).

Diskusi ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti bidang sejarah, serta berbagai kalangan masyarakat lainnya melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming YouTube. Hingga akhir acara diskusi ini dihadiri oleh 242 peserta melalui aplikasi zoom meeting dan dilihat 3.090 views melalui live streaming YouTube. Peserta dipersilahkan untuk bertanya kepada para narasumber sehingga terjadi diskusi yang bermanfaat.


Penulis: Frial Ramadhan Supratman

Berita

Image

Timbulkan Kebutuhan untuk Meningkatkan Akses ...

Image

Rapat ISO 9001:2015 Pembahasan Isu Eksternal ...

Image

Penilaian Kinerja Terbaik Pustakawan Pujsaint...

Image

Mengenal Lebih Dekat Duta Perpusnas di Widya ...

Image

Kelompok Layanan Surat Kabar Lama-Kedatangan ...

Pengumuman

Terkait Hari Raya Iduladha 1443 H maka Gedung Layanan Perpusnas TUTUP pada 9-10 Juli 2022 dan buka ....

Selasa, 02 Agustus 2022

Terkait peringatan Hari Tahun Baru Islam maka Gedung Layanan Perpusnas TUTUP pada Sabtu, 30 Juli 20....

Selasa, 02 Agustus 2022