Perpusnas Selenggarakan Webinar “1 Data Digital Naskah Nusantara”

Blog Single

Jakarta, 4 Maret 2021 – Perpustakaan Nasional RI menggelar webinar pernaskahan nusantara dengan tema “1 Data Digital Naskah Nusantara”. Kegiatan webinar ini dibuka oleh laporan kegiatan yang disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI, Ofy Sofiana, M.Hum. dan dilanjutkan oleh keynote speech yang disampaikan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Drs. Muhammad Syarif Bando, M.M. Beliau menyampaikan bahwa pentingnya naskah-naskah nusantara sebagai bukti peradaban suatu bangsa, dari naskah-naskah banyak sekali bukti yang didapatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki banyak kemajuan bahkan jauh sebelum datangnya kolonialisme. Selain itu beliau menyampaikan perlunya komitmen yang dibangun untuk memastikan perpustakaan bukan hanya sebagai institusi penjaga peradaban, namun juga harus dapat memfasilitasi para masyarakat untuk menciptakan teori dan pendapat baru yang dapat menjadi bukti perjalan kemajuan bangsa.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para pembicara yang dipandu oleh moderator Amri Mahbub Alfathon, S.Hum, Filolog Perpustakaan Nasional RI. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Munawar Holil, beliau merupakan Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA). Beliau menyampaikan bahwa upaya penyelamatan informasi naskah nusantara mengalami perubahan meskipun proses penyalinan teks tetap dilakukan hingga saat ini. Beberapa lembaga seperti perpusnas ataupun kelompok dan perorangan telah melakukan proses digitalisasi naskah, akan tetapi jumlahnya masih jauh dari total keseluruhan naskah nusantara yang ada di Indonesia. Secara jumlah, beliau menyampaikan bahwa baru 10% dari 82.158 naskah nusantara yang telah dilakukan proses digitalisasi.

Materi kedua disampaikan oleh A.A.G.N. Ari Dwipayana, beliau merupakan Koordinator Staf Khusus Presiden RI dan Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Bali. Ari menyampaikan bahwa sebuah kebudayaan tidak bisa didorong untuk maju jika tidak menyentuh keluarga, maka salah satu strategi besar yang dilakukan untuk melindungi warisan bangsa yang salah satunya adalah naskah nusantara, adalah dengan menggunakan keluarga. Lebih lanjut disampaikan bahwa Keluarga Puri Kauhan telah menjaga lembaran naskah-naskah yang tercecer agar tetap utuh dengan membuat penyangga dari kayu yang bernama Penapes atau Takepan. Setelah melalui tahapan konservasi, kemudian naskah-naskah tersebut di digitalisasi dan diberikan kode agar memudahkan untuk dikenali dan melibatkan beberapa penyuluh untuk ikut belajar melakukan proses digitalisasi naskah tersebut. Dengan cara tersebut, saat ini beliau mengatakan mulai banyak Puri dan Grya yang terbuka untuk dilakukan konservasi oleh para penyuluh.

Materi ketiga dipaparkan oleh Kepala UPT Perpustakaan Universitas Indonesia, Utami Budi Rahayu Hariyadi. Disampaikan bahwa UPT Perpustakaan UI menyimpan 2.431 judul (2.331 berbentuk kertas dan 100 berbentuk lontar) dan 2.731 eksemplar naskah. Untuk dapat mengakses naskah tersebut tidak dapat sembarangan, hanya yang memiliki kepentingan penelitian yang dapat mengakses naskah-naskah tersebut, disertai dengan pengawasan yang cukup ketat. Selain layanan, UPT Perpustakaan UI juga melakukan pengolahan naskah dengan menggunakan pengolahan bahan perpustakaan berbasis MARC dan RDA dengan menggunakan aplikasi LONTAR. Beliau juga menyampaikan bahwa proses preservasi naskah di UPT Perpustakaan UI dilakukan dengan cara menggunakan bahan-bahan alami, membersihkan fisik naskah, fumigasi, menggunakan boks, dan menyerap kelembaban pada naskah. Selain itu, untuk naskah-naskah yang kondisinya rapuh, dilakukan digitalisasi naskah secara bertahap.

Materi keempat disampaikan oleh John Paterson, Ketua Yayasan Sastra Lestari (YASRI). Beliau adalah penggagas situs sastra.org yang mana situs ini merupakan salah satu bentuk kepedulian beliau bersama alumni UNS dalam upaya melestarikan bahasa dan sastra jawa sekaligus bentuk kecintaannya pada budaya Jawa. Dengan yayasan tersebut, John telah berhasil mendigitalisasikan ribuan judul naskah sastra Jawa. Keberadaan situs sastra.org sangat memberikan manfaat bagi pemerhati dan ilmuwan, mereka merasa terbantu oleh fasilitas yang disediakan untuk melakukan pencarian dan memperoleh data yang dibutuhkan dengan mudah dan cepat. Sehingga dapat dikatakan, situs sastra.org ini membuka akses ke pengetahuan yang dahulu tidak dapat diakses dengan mudah yang dikarenakan keterbatasan memperoleh sumber primer atau kesulitan dalam membaca dan memahami aksara Jawa.

Materi kelima disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Kepala UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat, Drs. Erick Henriana, M.Si. Beliau menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah melakukan konservasi dan digitalisasi naskah-naskah yang bisa dinikmati oleh masyarakat dengan datang langsung ke museum Sri Baduga di Kota Bandung.

Materi keenam sekaligus materi terakhir disampaikan oleh Tarmizi Abdul Hamid, beliau adalah Direktur Lembaga Rumoh Manuskrip Aceh. Rasa kecintaan dan peduli beliau membawa beliau untuk mendirikan lembaga tersebut. Kegiatan yang dilakukan adalah restorasi, edukasi, bedah manuskrip, pameran, publikasi, preservasi, dan katalogisasi. Beliau juga menyampaikan harapan-harapan yang bisa dilakukan untuk melestarikan naskah kuno seperti edukasi kepada para kolektor, beasiswa bagi anak-anak kolektor naskah yang memiliki minat di bidang filologi, peran pemerintah sebagai juru rawat naskah, dan pentingnya untuk tersedianya sentral data digital manuskrip.

Acara webinar ini diikuti oleh masyarakat yang bergabung di aplikasi Zoom dan kanal Youtube Perpustakaan Nasional RI. Tercatat sebanyak 1.635 peserta mengikuti webinar ini dari aplikasi Zoom dan 434 peserta live streaming dari kanal Youtube Perpustakaan Nasional RI. Jumlah ini menunjukkan bahwa terdapat antusiasme masyarakat terhadap pengelolaan dan digitalisasi naskah kuno demi kemajuan peradaban bangsa. Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan ulang acara webinar ini, bisa mengakses di kanal Youtube Perpustakaan Nasional RI atau klik tautan berikut ini.

Berita

Image

E-Resources dan iPusnas Diperlukan Oleh Kepol...

Image

Layanan Bimbingan Pemustaka: Cara Mudah Menge...

Image

Tata Cara Berkunjung ke Perpustakaan Nasional...

Image

Anugerah Hadiah Sastra Rancagé 2019...

Image

Rapat Koordinasi Bidang Kerjasama Perpustakaa...

Pengumuman

Terkait Hari Raya Iduladha 1443 H maka Gedung Layanan Perpusnas TUTUP pada 9-10 Juli 2022 dan buka ....

Selasa, 02 Agustus 2022

Terkait peringatan Hari Tahun Baru Islam maka Gedung Layanan Perpusnas TUTUP pada Sabtu, 30 Juli 20....

Selasa, 02 Agustus 2022