Berita pujasintara

Manfaat Layanan Digital Perpustakaan Nasional Dari Sudut Pandang Pengguna

Image

Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini menuntut segala aspek dalam kehidupan menyesuaikan dengan kebiasaan baru. Seperti halnya aktifitas sehari-hari yang biasanya dilakukan secara tatap muka, kini harus menyesuaikan menggunakan media dalam jaringan (daring). Semua ini dilakukan agar dapat menekan penyebaran virus Covid-19 yang dapat menyebar dengan sangat cepat.

Perubahan kebiasaan baru ini juga berdampak pada perpustakaan, terutama pada bentuk layanannya. Dimana sebelum pandemi berlangsung, layanan perpustakaan lebih masif dilakukan secara tatap muka langsung atau luring, dengan adanya pandemi perpustakaan kemudian semakin dituntut untuk dapat memberikan layanan daring dengan wujud perpustakaan digital. Menjawab tantangan tersebut maka Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas RI) menghadirkan layanan-layanan digital yang dapat diakses gratis oleh masyarakat seperti e-Resources, iPusnas, Khastara, dan Indonesia OneSearch. Seluruh layanan digital ini dapat diakses oleh berbagai kalangan mulai dari pelajar, guru, mahasiswa, dosen, akademisi, hingga masyarakat umum yang ingin mendapatkan berbagai pengetahuan sesuai dengan minat yang mereka.

Bertepatan pada Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional RI Ke-41 pada 17 Mei 2021, Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara) Perpusnas RI menyelenggarakan kegiatan Webinar Manfaat Layanan Digital Perpustakaan Nasional pada Selasa, 18 Mei 2021. Kegiatan webinar kali ini membawa perspektif berbeda tentang layanan digital Perpusnas, karena narasumber yang dihadirkan merupakan para praktisi dan akademisi pengguna layanan digital Perpusnas. Sehingga memberikan gambaran dan wawasan yang berbeda bagi para peserta webinar kali ini.

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Ofy Sofiana. Beliau menyampaikan bahwa layanan digital yang dihadirkan Perpusnas merupakan bentuk tanggung jawab Perpusnas dalam menyediakan bahan bacaan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Selain menjelaskan empat layanan digital yang akan dibahas pada webinar, beliau juga menyampaikan bahwa Perpusnas melahirkan dua layanan digital baru yaitu Tanya Pustakawan dan Diseminasi Paket Informasi Terseleksi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pidato pembuka oleh Kepala Perpusnas RI, beliau menyampaikan bahwa layanan digital dari Perpusnas harus terus diperkenalkan secara lebih luas kepada seluruh masyarakat Indonesia karena saat ini jumlah aksesnya masih jauh dibanding jumlah penduduk Indonesia. Selain itu juga beliau menyampaikan Perpusnas membuka tangan dengan terbuka untuk berbagai kalangan untuk dapat membantu siapapun yang ingin memanfaatkan layanan yang diberikan oleh Perpusnas.

Webinar kali ini dipandu oleh Pustakawan Ahli Madya Pujasintara Perpusnas, Arief Wicaksono, yang memantik pembahasan dengan lima narasumber yang merupakan praktisi dan akademisi pengguna layanan digital Perpusnas. Kelima narasumber tersebut adalah Kak Aio (Ayo Dongeng Indonesia), Amirul Ulum (Direktur Perpustakaan Ubaya), Dewaki Kramadibrata (Pengajar Prodi Indonesia FIB UI), Basri Amin (Direktur PSD HB Jassin Gorontalo), dan Hendro Wicaksono (Analis Jaringan dan Informasi Kemendikbudristek).

Narasumber pertama, Dewaki Kramadibrata menceritakan pengalamannya saat mengakses layanan digital Khasanah Pustaka Nusantara (Khastara) yang menurutnya mempermudah pengajar maupun mahasiswa untuk mengakses naskah dengan mudah dari mana saja. Kemudian Basri Amin membagikan pengalamannya saat dilayani oleh Pustakawan Perpusnas sehingga meninggalkan kesan mendalam sehingga memberikan nilai lebih.

Narasumber ketiga, Amirul Ulum menjelaskan tentang e-resources Perpusnas mulai dari manfaatnya, cakupan subjek yang dilanggan, dan bagaimana cara menggunakannya secara maksimal. Selanjutnya Kak Aio bercerita tentang pengalaman beliau mengakses iPusnas terutama untuk koleksi bacaan anak yang akan sangat bermanfaat untuk mendukung anak-anak di Indonesia gemar membaca. Materi terakhir disampaikan oleh Hendro Wicaksono menjelaskan tentang Indonesia OneSearch (IOS) yang memiliki banyak manfaat salah satunya untuk meng-counter hoax, beliau juga menyampaikan bahwa IOS cocok untuk mencari literatur yang spesifik Indonesiana.

Webinar ini diikuti oleh 2.422 peserta yang terbagi 2.064 peserta mengikuti dari zoom webinar dan 358 peserta livestreaming dari Youtube WBS Radio Perpusnas. Webinar kali ini mendapatkan respon yang positif dari para peserta, tercatat 1826 peserta sangat puas, 737 peserta puas, 28 peserta tidak puas, dan 9 peserta tidak puas. Profesi peserta yang mengikuti webinar di dominasi oleh Pustakawan, PNS, Mahasiswa, Guru, dan Tenaga Perpustakaan dari seluruh Indonesia. Webinar ini juga bisa ditonton ulang di kanal Youtube WBS Radio Perpusnas, klik disini untuk menonton ulang.