Surat kabar merupakan media massa cetak modern yang memiliki sejarah sangat panjang. Sejak kemunculan mesin cetak Gutenberg pada abad ke-15, usaha untuk mencetak berbagai media yang memuat  informasi terus berkembang. Di Nusantara, media massa cetak muncul bersamaan dengan kedatangan mesin cetak yang dibawa oleh Perusahaan Hindia Belanda Timur (VOC) pada abad ke-17. Pada abad ke-19, jumlah surat kabar  yang dicetak di Hindia Belanda (Indonesia sekarang) semakin meningkat. Surat kabar tersebut ditulis dalam bahasa Belanda, Inggris, Melayu, Jepang, Cina, Arab dan lain-lain. Informasi yang diberikan oleh surat kabar pada masa Hindia Belanda pun sangat beragam. Setelah Indonesia merdeka, surat kabar berbahasa Indonesia semakin berkembang. Surat kabar menjadi pilihan banyak kalangan untuk mendapatkan informasi.

Layanan Surat Kabar Langka merupakan salah satu layanan koleksi yang berada di bawah koordinasi Layanan Koleksi Monograf dan Berkala Langka, Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara. Layanan ini menyimpan lebih dari 1.900 judul koleksi surat kabar dari masa kolonial Hindia Belanda (awal abad ke-19) hingga periode kontemporer, serta lebih dari 1.500 koleksi kliping CSIS. Koleksi surat kabar langka dibagi ke dalam beberapa periodisasi, di antaranya:

  1. Periode Pra Kemerdekaan (1800-1945)
  2. Periode Awal Kemerdekaan (1945-1959)
  3. Periode Orde Lama dan Orde Baru (1960-1998)
  4. Periode Reformasi dan Kontemporer (1998 hingga lima tahun terakhir)

Koleksi surat kabar tertua yang dimiliki oleh Layanan Surat Kabar Langka adalah Bataviaasch Koloniale Courant. Di samping itu ada juga berbagai macam surat kabar langka dalam berbagai bahasa, seperti Java Gouvernment Gazette, surat kabar berbahasa Inggris yang terbit pada masa pemerintahan Inggris di Jawa (1811-1816). Layanan ini juga menyimpan berbagai macam koleksi surat kabar berbahasa Melayu dan Indonesia, seperti Pantjaran Warta, Kaoem Moeda, Soeara OemoemPemandanganSin Po, dan masih banyak lagi.

Panduan Akses

Untuk surat kabar pra dan awal kemerdekaan, pemustaka disarankan mengakses dalam bentuk mikrofilm di Layanan Audio Visual, lantai 8 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta. Daftar surat kabar yang sudah dialih media ke bentuk mikro bisa dilihat lewat katalog mikrofilm. Selain itu, beberapa surat kabar sudah dialih media ke bentuk digital dan dapat diakses secara online melalui Khastara (https://khastara.perpusnas.go.id). Jika ingin mengakses surat kabar pra dan awal kemerdekaan dalam bentuk fisik untuk tujuan penelitian, pemustaka dapat mengajukan permohonan secara resmi melalui surat.

Koleksi surat kabar langka dilayankan di lantai 7 Blok C, Jalan Salemba Raya No. 28A, Jakarta dengan sistem tertutup. Pemustaka tidak dapat mengakses langsung koleksi di rak penyimpanan. Permintaan koleksi dibantu dan diambilkan oleh pustakawan. Penelusuran koleksi surat kabar langka dapat dilakukan melalui katalog online atau katalog manual yang tersedia di tempat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan surat kabar langka, silakan menghubungi pustakawan kami melalui email layanan_skjil@perpusnas.go.id atau WhatsApp 0813 8105 8567 pada hari dan jam kerja.

Diperbarui: 2 Januari 2022


Visits: 1571 Today: 10 Total: 295845