Berita pujasintara

Sosialisasi Pemanfaatan Koleksi Digital Perpusnas RI kepada Sivitas Akademika Universitas Riau

Image

Salah satu founding father Negara Indonesia pernah berucap bahwa “berikan saya sepuluh pemuda akan kugoncangkan dunia.” Yaa, Pemuda hari ini pemimpin esok hari. Salah satu penggerak kemerdekaan adalah pemuda. Perpustakaan Nasional banyak diisi pemuda yang bertalenta untuk itulah, sudah saatnya yang muda untuk tampil dalam melayani negeri. Rabu, 7 April 2021 sesi layanan bimbingan pemustaka dan literasi informasi kembali diselenggarakan. Kali ini, bekerjasama dengan Universitas Riau (UNRI). Pada sesi bimbingan pemustaka dipaparkan oleh dua pustakawan dengan semangat muda dari Perpustakaan Nasional yakni Antariksa Akhmadi dan Dede Gumilar.

Sebelum acara dimulai para peserta diajak untuk mendaftar secara online menjadi anggota Perpusnas melalui link: keanggotaaan.perpusnas.go.id. Selain link yang diberkan, host juga menampilkan video tata cara mendaftar menjadi anggota perpusnas. Acara dimulai pukul 9.00 WIB. Diawali dengan pembacaan tata tertib acara yang disampaikan oleh pembawa acara Arieni Delia Sari. Acara dilanjutkan dengan pemberian sambutan dari kedua pihak baik dari pihak Universitas Riau maupun Pihak Perpustakaan Nasional. Sambutan dari Universitas Riau disampaikan oleh Edyanus Herman Halim sedangkan pihak Perpustakaan Nasional di sampaikan oleh Arief Wicaksono. Dalam sambutannya beliau menekankan bahwa perpustkaan yang terintegrasi dan dapat diakses oleh masyarakat dapat menjadi sumber penyebaran ilmu pengetahuan. Semakin tinggi tingkat literasi suatu bangsa maka semakin maju pula bangsa tersebut. Beliau juga sangat mengapresiasi Perpustakaan Nasional atas kerja sama yang terjalin dalam memfasilitasi kegiatan sesi literasi informasi ini. Beliau berharap acara ini dapat menjadi wadah berjejaring antar pemustaka, pustakawan dan masyarakat pada umumnya.

Perpustakaan Nasional menginginkan agar seluruh resources atau koleksi yang dimiliki oleh Perpustakaan Nasional dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat diseluruh Indonesia. Layanan secara online merupakan suatu keharusan karena Perpustakaan Nasional berkedudukan dipusat dan pemustaka berasal dari seluruh Indonesia sehingga diharapkan tidak ada barrier letak atau geografis. Beliau juga menyarankan Perpustakaan Riau membuat sistem di web Perpustakaan Riau agar mahasiswa ketika mahasiswa masuk dan mendaftar ke perpustakaan Riau juga mendaftar menjadi anggota perpustakaan Nasional sehingga ke depan selain dapat mengakses koleksi ejournal dan ebook yang dilanggan Perpustakaan Riau juga dapat langsung mengakses koleksi e-reosurces dari Perpustakaan Nasional.

Tibalah pemateri memberikan paparannya, materi dipaparkan oleh dua narasumber yaitu dari Perpustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Riau. Narasumber Pertama yaitu Evi Susanti, yang berasal dari Perpustakaan Riau, beliau memaparkan tentang profil Perpustakaan Riau. Perpustakaan Riau telah melayankan literatur online seperti: OPAC, Digilib, Ejournal, e-library, JOM, dan repository. Perpustakaan Riau juga telah menggunakan e-form dalam menunjang layanan perpustakaan diantaranya: Pendaftaran anggota perpustakaan, pengisian bebas pustaka, peminjaman koleksi perpustakaan, penyerahan tugas akhir, validasi keanggotaan, permohonan unggah artikel, unggah karya ilmiah dosen, cek plagiarisme karya ilmiah, usulan kebutuhan bahan pustaka, survei kebutuhan koleksi, survei kepuasan pemustaka, fotokopi bahan pustaka, print tugasa akhir. Dimasa pandemik ini perpustakaan riau belum membuka layanan perpustakaan secara tatap muka namun seluruh layanan dapat dilakukan melalui online menggunakan sistem e-form.

Pemaparan materi kedua dimulai dengan menampilkan kutipan dari penulis terkenal bernama Goerge R R Martin untuk memotivasi peserta akan pentingnya membaca. Kutipan itu tertulis bahwa “seorang pembaca akan hidup seribu kali sebelum ia mati. Orang yang tidak pernah membaca hanya hidup satu kali”. Maksud dari kutipan tersebut adalah orang membaca buku akan mengenal pemikirian dari orang lain jadi ketika seseorang menulis buku maka ia menuangkan pemikirannya dengan membaca buku kita dapat mengenal pemikiran orang lain yang kita baca tersebut seolah olah kita hidup dalam pemikiran orang tersebut. Semakin banyak membaca kita akan semakin banyak tahu pengalaman hidup dan pemikiran mereka. Marilah kita jadikan membaca tidak hanya sebagai keperluan namun jadikanlah membaca sebagai kebutuhan. Dengan adanya perpustakaan digital kegiatan membaca semakin mudah dan semakin intens dilakukan. Pemapaaran dilanjutkan dengan menjelaskan tentang layan koleksi digital yang dapat dimanfaatka oleh masyarakat diseluruh Indonesia seperti, OPAC, Indonesia Onesearch, iPusnas, e-resources, keanggotaan online, Khastara, Tanya Pustakawan (live chat).

Sesi Terakhir yakni sesi tanya jawab, yang dipandu oleh moderator. Banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta seperti penggunaan kartu anggota, cara akses e-reosurces, sampai dengan kerja sama perpustakaan. Acara berlangusng secara sukses dan lancar. Suksesnya acara dapat terlihat dari testimoni yang diberikan oleh peserta diantaranya Anton Yuliarto. Staf TIK Perpustakaan Universitas Riau. “Ini adalah kerjasama yang bagus dengan tim kami, dalam memberikan media informasi perpustakaan. Acara ini bisa diakses dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebuah format acara yg langsung menyentuh kebutuhan pemustaka di manapun berada. Besar harapan, kedepannya terus ditingkatkan.” Winda salah satu mahasiswi fakultas pertanian Universitas Riau (UNRI) juga menuturkan apresiasinya terhadap acara bimbingan pemustaka online karena dapat membantu dirinya dalam penelusuran bahan rujukan untuk keperluan penyusunan skripsinya.

Kami mengundang rekan – rekan sahabat perpustakaan, kalangan akademisi, pustakawan maupun masyarakat pada umumnya untuk menyelenggarakan bimbingan pemustaka secara online bersama kami dengan mengisi link https://s.id/daftarbponline atau beremail ke alamat email kami di (bpli@perpusnas.go.id). Sampai jumpa lagi di sesi Bimbingan Pemustaka selanjutnya. Salam Sehat Salam Literasi.